Kamis, 06 September 2012

Karena kita cinta Jakarta, cinta Indonesia!


Hai sobat JOC, maaf banget nih admin telat banget posting laporan kegiatan kita tanggal 2 September kemarin. hehehe.

Akhirnya setelah sekian lama JOC libur, para member JOC kembali berkumpul untuk melakukan kegiatan bersih-bersih pada hari Minggu, tanggal 2 September 2012.  Selama bulan puasa, gelora bung karno sangat sepi, sehingga sampah-sampah pun sedikit.  Namun, kemarin setelah puasa berakhir, GBK kembali ramai dengan orang-orang yang berolahraga atau sekedar bermain dan santai.  Sehingga, yah, bisa ditebak, sampah pun kembali bertebaran di sana-sini.  Kami memulai kegiatan kami pada pukul 08.00 seperti biasa, mengelilingi GBK, dan memunguti sampah sambil sesekali berkampanye dan mengingatkan pengunjung.

Namun ada yang membuat kami agak tergelitik.  



Saat kami memungut sampah, banyak orang yang malah meledek, dengan acuh membuang sampah sembarangan, atau mengira kami  petugas kebersihan baru GBK.  Dari sini saya mengambil kesimpulan(maaf kalau mungkin keliru, tapi ini yang saya rasakan)bahwa sebagian besar masyarakat Jakarta tidak peka, manja serta amat bergantung pada petugas kebersihan.

Seringkali saya mendengar sayup-sayup komentar, “Ngapain ikutan bersihin, toh udah ada petugas kebersihannya”, atau “kurang kerjaan banget ikut bersih-bersih” dll.   Namun, akan percuma jika saya bertanya-tanya, “ Kenapa ya, mereka berpikir seperti itu?”.  Tentang kenapa mereka berpikir masa bodoh seperti itu, saya sendiri belum bisa memahaminya. 

Yang saya sibuk pikirkan saat ini adalah, “ Bagaimana ya, caranya mengubah pemikiran masyarakat Jakarta”.  Seperti yang pernah disinggung bapak Ashida dalam artikelnya di Jakarta Shinbun, bahwa seringkali ada orang yang melempar keluar sampah dari dalam mobilnya ke jalanan.  Orang yang ‘hobi’ nyampah di pinggir jalan pun tidak terhitung jumlahnya.

Sahabat JOC yang baik, pernahkah kalian berpikir, akan jadi apa negeri kita nanti jika kita terus bersikap tidak peduli dengan hal di sekitar kita?  Pernahkah kalian berpikir bahwa alam negeri kita yang begitu indah dan kaya ini akan rusak serta punah akibat sikap masa bodoh kita?
Negeri ini adalah milik kita.  Tetapi, kenapa malah teman-teman Jepang yang lebih peduli akan kelestariannya?.  Jakarta adalah rumah kita, namun kenapa kita sebagai warga Jakarta terkesan apatis dan tidak sensitif terhadap masalah lingkungan yang terjadi di sekitar kita.

Saya sangat paham bahwa tidak mudah membersihkan kota Jakarta.  Tapi,itu bisa kita lakukan, JIKA kita semua memiliki visi dan misi yang sama, JIKA kita semua memiliki keinginan agar Jakarta menjadi lebih baik dan lebih bersih.  Kita mulai dari diri sendiri. Dari kesadaran diri sendiri.  Paling tidak dengan tidak membuang sampah sembarangan.  Jika kalian tidak menemukan tempat sampah, simpan sampahnya di tas kalian dulu, sampai kalian menemukan tong sampah.  Nggak susah, kan?

Ingat, jangan selalu jadi orang yang menyalahkan orang lain. “ Habisnya pemerintah bla bla”. “ Soalnya yang lain juga bla bla”.  Baiklah, saya juga tidak bisa menyanggah bahwa kita masih belum bisa mengandalkan pemerintah kita.  Tapi, kalau kita tidak mulai dari diri sendiri.  Siapa lagi yang memulainya?  Terutama sebagai generasi muda kita harus berusaha mengubah mindset kita.

Mari jadi bangsa yang peka, responsif dan bertanggung jawab di segala aspek.  Negeri ini adalah negeri kita.  Kekayaan yang menjadi tanggung jawab kita.  Maka dari itu, ayo kita bersama-sama rawat dan jagalah baik-baik, ya! ;)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar