Jumat, 20 Februari 2015

Sebuah Harapan

Sebuah harapan tiba tiba saja muncul di kegiatan hari ini, sudah cukup lama ia tidak kelihatan.

Ia adalah sekaligus misi bagi JOC. Gambaran harapan saya melalui kegiatan JOC adalah suatu saat para pengikut JOC berrumah tangga dan mempunyai anak. Tidak hanya berrumah tangga dan mempunyai anak tetapi sang orang tua yang pernah berusaha bersama menuju cita-cita kita semua yaitu mengaungkan slogan JOC 'malu buang sampah sembarangan' melalui kegiatan JOC hendaknya mengajarkan anak mereka buang sampah adalah sesuatu yg memalukan.. Jika calon orang tua dari members JOC semuanya demikian nanti nantinya, maka itu menjadi harapan bagi kita yang telah megikuti kegiatan selama ini secara nyata.. Dengan demikian gambaran saya akan menjadi kenyataan.. Saya percaya itulah misi JOC.. Kehadiran Desi Astuti mengandung harapan baru sebagai member pertama JOC telah memperkuat keyakinan saya bahwa melanjutkan kegiatan dengan tabah dan ulet merupakan jalan terdekatnya mengabulkan misi kita..Mari kita lanjutkan kegiatan, sekalipun kecil. Usahamu akan menjadi harapan kita sangat besar dan luar biasa pada suatu hari nanti...


Desi adalah member pertama dari orang Indonesia karena kebetulan ia berada di GBK pada waktu kegiatan pertama JOC. Ia bialang "hatiku tergerak dan bolehkah saya bergaung?" kata kata Desi tsb telah menjadi salah satu jawaban saya ketika ditanya media massa kenapa anda memulai kegiatan seperti ini.
Dan hari ini Desi membuat saya berinspirasi yang baru. Karena saya pernah mengatakan satu saat anak JOC berrumah tangga dan punya anak, sang orang tua tidak akan mengajarkan buang sampah semberangan. Itulah harapan JOC sekaligus harapan negara kita. Kehadiran Desi hari ini memperkuat misi dan harapan kita secara nyata... Juga ironinya ia adalah member pertama JOC... JOC tidak akan mungkin selama lamanya beraktivitas seperti sekarang namun jika member sekrang mulai berkeluarga nanti-antinya dan mengandung harapan kita,barangkali itulah saat bagi JOC bubar karena kita berhasil melahirkan harapan kita semua... Itulah misi kita yang kita harapkan..

-Tsuyoshi Ashida-

JOC di National Geographic Kids

Anak-anak adalah calon penerus generasi muda. Anak-anak merupakah benih harapan kemajuan bangsa. Pendidikan tentang lingkungan perlu ditanamkan sejak dini kepada anak-anak. Terutama mengajarkan anak-anak agar membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kebersihan lingkungan. 

Oleh karena itu, National Geographic Kids yang melihat kegiatan anak-anak di JOC sedang membantu membersihkan sampah merasa tertarik umtuk meliput aksi anak-anak di JOC. Salah satunya adalah Btari Ratnaning Wardani yang walau masih anak-anak sudah peduli terhadap lingkungannya. Aksi Btari ini bisa menjadi teladan bagi anak-anak lainnya untuk memulai sejak dini akan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.



Ajak anak-anak kita untuk memulai kesadaran lingkungan sejak dini. Agar generasi-generasi penerus bangsa tersebut bisa menciptakan keadaan lingkungan di masa depan menjadi lebih baik.


Tetap Semangat Meski Hujan

Sejak tanggal 7-10 Februari  2015, kota Jakarta diguyur hujan terus menerus. Hal ini menyebabkan sebagian wilayah kota Jakarta terendam banjir. Namun sudah menjadi jadwal rutin JOC berkampanye 2 kali sebulan setiap hari Minggu pagi jam 8-10 WIB di pintu 12 GBK.


                                                 JOCers tetap hadir dengan penuh semangat

Hari minggu pagi yang diwarnai hujan di GBK-Jakarta. JOCers masih semangat untuk datang, walaupun akhirnya tidak bisa maksimal dalam berkegiatan karena hujan yang tak kunjung berhenti. Jangan Pernah Patah Semangat Ya....Ganbatte...!!!

                                                      Kegiatan JOC tanggal 8 Februari 2015



Sabtu, 31 Januari 2015

JOC di Simposium Indonesia-Jepang: Kekuatan Akar Rumput Merubah Dunia


Satu lagi pengalaman menarik di dalam komunitas Jakarta Osoji Club adalah pak Dewanto Backri alias Tsuyoshi Ashida sang Founder JOC telah diundang dalam acara Simposium Indonesia Jepang New Partnership 28 Januari kemarin di hotel Borobudur.

Pengalaman ini tentu saja sangat menarik karena acara tersebut merupakan acara besar yang melibatkan 2 negara baik pemerintah maupun swasta dalam menjalin hubungan kerjasama yang lebih erat menuju kehidupan yang lebih baik. 


Banyak pengunjung baik orang Jepang maupun orang Indonesia yang sangat tertarik untuk bertanya tentang JOC di acara ramah tamah yang berlangsung malam hari setelah makan malam.  

Beberapa member JOC hadir dan membantu Ashida-san menjelaskan tentang JOC kepada pengunjung yang bertanya. 

Kemudian Ashida-san diminta naik ke atas panggung dan mempresentasikan pengalamannya selama ini dalam membangun kekuatan akar rumput khususnya di kalangan anak muda Indonesia. Generasi muda Indonesia yang memegang peranan penting masa depan bangsa Indonesia menjadi fokus JOC dalam menghimpun kekuatan akar rumput tersebut untuk merubah keadaan lingkungan kota Jakarta menjadi lebih baik. 




Setelah itu, seorang presenter radio Osaka merasa tertarik untuk mewawancarai JOC dan akhirnya Ashida-san dan 3 orang anggota JOC yang hadir dalam acara tersebut berbagi pengalamannya selama menjadi relawan JOC di berbagai kegiatan selama ini.  

JOC-LAWSON Project: Buang Sendiri, Keren!!

Di bulan Januari ini JOC bekerjasama dengan LAWSON sebuah perusahaan minimarket berusaha meningkatkan kesadaran masyarakat dalam hal membuang sampah sendiri ke tempatnya.

Kesadaran masyarakat yang masih minim untuk membuang bungkus makanan sehabis berbelanja ke tempatnya membuat toko minimarket tersebut menjadi kotor sehingga menimbulkan ketidaknyamanan pengunjung yang datang setelahnya.

Pemilik LAWSON kemudian mengajak JOC untuk melakukan trial kampanye bersama dengan memasang stiker bertuliskan logo "Buang Sendiri, Keren !!" di setiap sudut tempat makan yang ada dalam minimarket tersebut.

Selama 2 minggu dari tanggal 12 - 25 Januari 2015 agen JOC menyerbarkan angket untuk melihat animo masyarakat khususnya anak muda yang menjadi pelanggan LAWSON akan pengaruh dari kampanye JOC tersebut.   

Hasilnya terkumpul lebih dari 1000 angket yang intinya masyarakat khususnya anak muda suka dengan tempat makan yang bersih, namun sebagian besar masih mengandalkan karyawan LAWSON yang membersihkan sampah mereka.

 
Agen JOC yang sedang bertugas

Dari hasil ini JOC dan LAWSON harus memikirkan langkah selanjutnya bagaimana agar slogan "Buang Sendiri, Keren !!" bisa menjadi trend di kalangan anak muda dan membuang sampah sendiri ke tempatnya menjadi suatu kebanggaan yang bisa membuat mereka merasa hal tersebut adalah hal yang keren bila dilakukan.

Usaha ini tentu tidaklah mudah dan perubahan tentu tidak akan terjadi hanya dengan kampanye selama 2 minggu saja. Dan selama 2 minggu ini pun banyak juga beberapa kejadian yang terjadi seperti stiker disobek anak kecil, stiker robek karena hujan, stiker terlalu kecil sehingga tertutup asbak rokok, berfoto dengan pengunjung dengan slogan JOC, pengunjung yang menolak dimintai mengisi angket, pengunjung yang sepi karena hujan dsb.

 
Tempat yang bersih harapan semua orang 

Namun, apapun kendalanya semangat JOC untuk menciptakan perubahan di masyarakat tidak pernah padam apalagi bila kampanye ini berhasil maka LAWSON akan terus melanjutkan kerjasama dengan JOC di seluruh toko mereka yang tentunya hal ini akan berpengaruh luas di masyarakat Jakarta, kota kita tercinta.