Senin, 23 Juli 2012

Catatan Kegiatan JOC 22 Juli 2012


Hai, sahabat JOC.
Dalam update blog kali ini, JOC akan membahas tentang kegiatan Jakarta Osoji Club minggu kemarin(22 Juli).

Minggu kemarin, seperti minggu-minggu sebelumnya, volunteer yang tergabung dalam Jakarta Osouji Club berkumpul di suatu tempat untuk beroperasi membersihkan tempat tersebut. Minggu ini (22-7-12) sama seperti Minggu sebelumnya, kami berkumpul di pintu XII Senayan dan tujuan operasi hari ini adalah mengitari ring road untuk mengumpulkan sampah.

Tidak seperti Minggu sebelumnya yang sangat ramai dengan orang-orang yang ingin berolahraga di sekeliling ring road, hari itu hanya terlihat segelintir saja. Wajar, karena sudah memasuki bulan Ramadhan, dan para muslim sudah memulai kewajiban mereka untuk berpuasa. Seperti yang dapat diduga, sampah di sekeliling ring road tidak sebanyak minggu kemarin. Ditambah lagi, sebelum kami memulai operasi, sudah ada beberapa orang petugas kebersihan yang juga bekerja membersihkan ring road.


Jika memandang sepintas, ring road Gelora Bung Karno ini cukup bersih jika dibandingkan dengan ketika penuh orang. Namun, tetap saja, ketika kami memulai operasi, masih banyak sampah yang dapat kami kumpulkan (terutama punting rokok). Ashida-san selaku ketua Jakarta Osouji Club sangat menyayangkan hal ini, karena ternyata orang-orang Indonesia tidak mengenal budaya membawa kantung asbak*. Padahal di Jepang sana, hampir setiap perokok membawa kantung asbak ini kemana-mana sehingga tidak perlu lagi membuang puntung rokok di sembarang tempat.

Selain puntung rokok, ternyata banyak sampah-sampah plastik serta tutup botol yang tertanam dalam tanah (meski tidak terlalu dalam karena masih dapat kami lihat dan kami kumpulkan). Ini menandakan bahwa sampah-sampah tersebut sudah cukup lama berada disana. Meskipun dari pihak Gelora Bung Karno sendiri telah menugaskan beberapa petugas kebersihan, ternyata masih banyak sampah yang luput.  

Menurut saya pribadi, tempat sampah yang berada di sekeliling Gelora Bung Karno sudah cukup memadai dibandingkan tempat-tempat lainnya. Namun mengapa masih begitu banyak sampah yang bertebaran? Tentu ini kembali lagi kepada kesadaran masing-masing individu. Bukankan tidak terlalu susah berjalan sedikit sampai ke tempat sampah untuk membuang sampah anda dibandingkan duduk beristirahat dikelilingi sampah yang bertebaran?

Ada hal yang cukup menyenangkan dari kegiatan hari ini, yaitu saat para orangtua yang memutuskan untuk ikut bergabung bersama-sama membersihkan ring road membawa serta anak-anaknya. Saya rasa hal ini sangat bagus untuk menumbuhkan kesadaran mereka akan kebersihan lingkungan. Andai seluruh warga Jakarta mendapatkan pengalaman seperti itu sejak kecil, mungkin sekarang Jakarta akan menjadi kota yang sangat berbeda dengan individu-individu yang mempunyai kesadaran tinggi akan kebersihan.

Beberapa media juga datang untuk meliput kegiatan kami hari itu.  Media yang meliput JOC kemarin yaitu stasiun tivi RCTI dan Global TV. Mereka sangat tertarik dengan kegiatan kami dan mulai mewawancarai beberapa orang dari kami. Tentu saja dengan senang hati kami menjawab pertanyaan-pertanyaan dari mereka. Kami berharap dengan adanya publikasi seperti itu, akan ada lebih banyak lagi warga Jakarta (baik orang Indonesia, Jepang atau siapapun) yang dapat mengerti tujuan kami serta ikut bergabung untuk membersihkan kota Jakarta.
Wartawan media sedang meliput kegiatan JOC

Menciptakan kota Jakarta yang bersih adalah cita-cita kita bersama. Oleh karena itu, jangan hanya menunggu pemerintah melakukan sesuatu, lakukanlah apa yang bisa kita lakukan meski hanya sedikit. Tumbuhkan kesadaran dalam diri, minimal untuk tidak membuang sampah di sembarang tempat.   

Note:
*Kantung asbak bentuknya seperti tempat koin. Puntung rokok yang dimasukkan dalam kantung asbak ini akan mati dengan sendirinya. Kantung asbak ini sangat praktis dan dapat dibawa kemana-mana.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar