Selasa, 12 Februari 2013

Bisakah Kita Meniru Japan?


Tadi siang, kami telah mengupdate timeline JOC.untuk kami membahas mengenai mekanisme pengaturan pembuangan sampah di Japan. Kami tidak akan bosan untuk selalu berbagi cerita, berbagi ilmu tentang bagaimana pentingnya sebuah kebersihan. Entah itu untuk diri sendiri ataua sebuah kota besar. Terlampir kami kirimkan kembali ilmu baru tentang sistem pengolahan sampah di Japan yang kami dapatkan informasinya dari Ashida san :

Pertanyaan bagus ini bermula dari salah satu sahabat JOC yang menayakan bagaimana nasib pemulung jika nantinya kita semua membuang sampah pada tempatnya? Dan berikut ulasan kami :)

1. Sahabat JOC, menyambung pertanyaan dr @noorf kami mau bercerita sedikit ttg cara pembuangan sampah di Jepang. Semoga info ini berguna yaa

2. Bukan karena Japan terkenal dengan kebersihannya sehingga tidak memungkinkan adanya pemulung disana. Disana ada perusahaan recycle yg mengumpulkan kaleng dan kardus bekas.

3. Nantinya kardus dan kaleng tersebut akan diolah kembali. Umumnya peran homeless atau tuna wisma yg tdk memiliki pekerjaan yg mencarinya. Dalam hal ini situasinya sama dgn di Indoneisa. Karena terpaksa sehingga mereka menjadi pemulung.

4. Namun di Japan, sistem pembuangan sampah sangat ketat. Khususnya di Rumah Tangga. Sampah Organik, mentah, plastic, tutup botol, kaleng, dll hrs dipisahkan saat membuang.

5. Bahkan untuk kaleng minuman ataupun tutup botol bekas harus di cuci terlebih dahulu, agar tidak ada sisa cairan dan bersih. Hebat yaa? (minimal kita tdk membuang sampah sembarangan sdh Oke kok)

6. Hari-hari pembuangan sampah pun ditetapkan. Misalnya Senin u/ sampah Organik dan Mentah. Yg Mentah ada kantong khusus biar ga bau. Keren ya?

7. Pada malam hari, biasanya di Rumah Tangga para keluarga sibuk memisahkan sampah. Paginya sampah tersebut dibawa ke tempat pemungutan. Dan biasanya yang melakukan hal tsb adalah suami yg akan berangkat kerja atau anak-anak yg akan berangkat sekolah :)

8. Tempat pemungutan sementara ada dimana-mana,namun ada juga jam pengambilannya. Biasanya masy.Japan meletakkan sampah sebelum jam yg ditetapkan. Karena kalau terlambat,mrk harus kembali membawa sampah ke rumah dan menunggu waktu lainnya. Itulah mengapa mereka terkenal dgn budaya disiplinnya :D

9. Kadang-kadang ada juga yg membuang sampah sembarangan,tapi langsung ditegur tetangga agar sampah diatur kembali sesuai peraturan. Mereka tau siapa yg membuang sesuai peraturan atau tidak,karena pada setiap plastik harus dituliskan nama dan alamatnya. Bagi masy. Japan jika mrk ditegur, mereka MALU.

10. Sistem dan peraturan pembuangan sampah disana sangat lancar karena kesadaran rakyat terhadap lingkungan sangat tinggi. Musti di contoh kan?

11. Di tengah kota besar di Japan, jarang kita temukan tempat sampah. Sampah seperti botol minuman, kotak makan, tutup botol bahkan rokok mereka bawa ke rumah untuk dibuang di rumah. Bukan di sembarang tempat.

12. Namun setinggi2nya kesadaran, msh ada sebagian yg membuang sampah sembarangan sehingga ada kerja bakti seperti JOC juga .

13. Para masy.Japan tidak segan2 menegur dan mengingatkan u/ membuang sampah di tempatnya meskipun dengan orang yang tidak dikenal. Maka akhirnya berkurang orang-orang yang membuang sampah sembarangan.Karena mereka sadar peneguran seperti itu adalah hal yang memalukan. 

14. Di zaman dulu, masih banyak masyarakat Japan yang membuang sampah sembarangan. Namun sejalan dengan perkembangan ekonomi maka pendidikan rakyat pun meningkat juga. Makmurnya keadaan ekonomi di rumah tangga membuat mrk berfikir tentang lingkungan bhw sampah akan mencekik diri mereka sendiri. Karena akibatnya akan banyak menimbulkan permasalahan (penyakit, banjir dan kerusakan ekosistem lingkungan)

15. Dan yang kami salut dari budaya Japan, mereka sadar perilaku yang pantas sebagai manusia yg bertanggung jawab thd apa yg mereka konsumsi. Misalnya jika kita membeli barang, berarti menimbulkan sesuatu yg tdk berguna, ex : kertas yg membungkus, kantong plastik u/ membawa barang cc :@idDKP #Dietkantongplastic

16. Kebanyakan orang2 yang mampu membeli barang di beberapa negara salah satunya (maaf) Indonesia, menjadi simbol bahwa mereka puas akan kemampuan mereka mampu membeli barang tsb, namun bagi masy. Japan simbol berhasil bukan dari apa yg mereka beli tetapi bagaimana mereka bertanggung jawab dengan apa yg dibeli dan digunakan.

17. Kebanyakan warga di Indonesia masih belum menyadari dgn sesadar-sadarnya apa resiko membuang sampah sembarangan. kalaupun sadar hanya pada saat tertentu atau kalau sudah terkena bencana :( haruskah seperti itu? Dan bukan hanya sampah, namun (maaf) lendir yg berasal dr hidung ataupun mulut dapat mengakibatkan dampak yang buruk bagi kesehatan.

18. Itulah mengapa peran JOC ataupun organisasi2 lainnya atau bahkan masyarakat itu sendiri sangat penting bagi kebersihan & kesehatan lingkungan .

19. Kami sempat berbincang dengan ketua JOC, Ashida -san. Beliau mengatakan bahwa banyak orang-orang dari pemerintah RI bangga karena banyaknya investor yg masuk yg mungkin mereka berfikir bahwa mereka suka berinvestasi di Indonesia. Namun dari sekian banyak org asing / expatriat yg datang ke Indonesia, mereka merasa enggan datang ke Indonesia atau Jakarta, karena kesan yg ditimbulkan oleh sampah dan kotoran lainnya. Siapa yang mau membawa anak mereka ke kota tsb?

20. Sekarang sudah sejauh mana peran pemerintah dan masyarakat untuk sadar akan hal tersebut? Jika ingin menggandakan Investasi dari luar negeri bersihkan kota kita terlebih dahulu, hijaukan, sehatkan maka secara otomatis masyarakat asing pun akan tertarik dgn negeri kita.

21. Kami jadi ingat salah satu quotes dari Pak @ridwankamil "Your City, Your Responsibility" :)

22. Terakhir, akhir-akhir ini Malaysia selalu disenangi oleh expatriat dan 6 tahun berturut-turut terpilih sebagai negara yg ingin dihuni permanen karena kebersihan dan tata kota yang baik. Tidak ada yang jauh berbeda antara negeri kita dengan negeri seberang. Dan juga bukan kami membeda-bedakan negeri sendiri dengan negeri seberang, tetapi akan jauh lebih baik jika kita mencontoh sebuah kebaikan bukan?

23. Pemerintah juga tidak perlu pergi jauh-jauh ke Japan atau negera lain hanya utk mengikuti studi banding. cukuplah tengok tetangga kita Malaysia, Singapura (atau bahkan dari salah satu daerah di Indonesia sendiri yang telah menammkan pentingnya kebersihan). Mereka cukup menjadi contoh dari negara-negara berkembang yang menjaga keasrian, kebersihan dan kesehatan utk kebaikan negara mereka sendiri. Akibat baiknya investasi negara meningkat, Rakyat makmur dan tdk butuh biaya trilliunan utk sekedar belajar tentang arti sebuah kebersihan ^ ^

24. Semoga Informasi yang kami berikan ini dpt bermanfaat bagi kita semua,mhn dimaafkan jika ada hal2 yg tdk berkenan:) Selamat menjalani aktivitas

https://twitter.com/JKT_osojiclub


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar